Senin, 27 Juni 2022

AKHLAK TERPUJI

A. Pantang Menyerah 

    Pantang menyerah adalah sikap tidak mudah putus asa dalam melakukan sesuatu. Sikap yang seperti ini perlu untuk dimiliki oleh setiap orang. Apalagi di zaman sekarang, persaingan menuju kesuksesan menuntut kita untuk terus berjuang. Jika kita mudah menyerah, maka kesuksesan akan hilang dari jangkauan kita. Patang menyerah menjadi hal yang tidak mudah dilakukan. Banyak orang yang memilih untuk menyerah ketika merasa tidak mampu untuk bangkit di saat perjalanannya dihadang suatu masalah. Ada anak yang mengaku tidak bisa dalam satu pelajaran, sementara dia belum berusaha dengan maksimal. Untuk memiliki sikap ‘pantang menyerah’, kita harus membuka pikiran kita sendiri agar tetap semangat. Jangan sampai kita dikalahkan oleh rasa putus asa. 

Berikut ini ada beberapa hal yang bisa membuat kita tetap semangat, yaitu: 

1. Meyakini bahwa setiap orang memilki kelebihan 
    Manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Manusia dikaruniai akal untuk belajar dan berpikir, badan sehat dan kuat untuk berusaha dan bekerja. Pada saat sedang belajar, seorang anak akan banyak mengalami hambatan dan gangguan. Seperti kesulitan menyelesaikan tugas atau soal. Namun ia tidak cepat menyerah, ia terus berusaha, bertanya dan terus belajar hingga dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Di saat kita belajar naik sepeda kita sering terjatuh, namun kita terus berlatih. Hingga akhirnya kita terampil naik sepeda. Hanya anak yang pantang menyerah yang dapat berhasil meraih cita-citanya. 
2. Yakin bahwa kita mampu dan pasti bisa 
    Saat kita yakin mampu melakukan sesuatu yang sedang kita targetkan, kemungkinan besar kita akan benar-benar bisa untuk mewujudkannya. Karena dengan berpikir demikian, kita akan terus berusaha dan mengejar target tersebut sampai akhirnya kita benar-benar mencapainya. Jika tidak, naluri akan terus membawa kita untuk terus berjuang, sebab kita masih yakin kalau kita mampu untuk mencapainya. Ketika teman kita bisa mendapatkan nilai yang baik, maka kita juga pasti bisa. 
3. Mengingat kembali kesuksesan yang pernah diraih 
    Jika kita pernah gagal dalam melakukan suatu usaha, mengingat sebuah kesuksesan dapat membuat kita kembali semangat. Kita dapat memikirkan kenangan tentang kesuksesan sehingga kita berkeinginan untuk kembali mengulang masa sukses itu. Jika kita belum pernah merasakan sebuah kesuksesan, kita dapat bercermin pada kesuksesan orang lain. Jadikan kesuksesan orang lain sebagai inspirasi (semangat) bagi diri kita dalam berusaha. Tak ada orang yang sukses tanpa pernah mengalami sebuah kegagalan. Terus berusaha dan tetap semangat. 
4. Bersikap Optimis dan berprasangka baik 
    Kita harus bersikap optimis dalam mengerjakan sesuatu. Berpandangan baik bahwa kita akan mampu untuk mewujudkannya. Jangan berpikiran bahwa kita akan gagal, dan jangan biarkan pikiran buruk itu membuat nyali menciut. Jika orang lain bisa mewujudkan keinginannya, kita pun pasti bisa, insyaallah. “Man jadda wajada” (barangsiapa yang bersungguh-sungguh ia akan berhasil) 
5. Selalu mengingat Allah Swt. dan berdoa 
    Ketika kita melakukan sesuatu, ada kemungkinan kita mengalami sebuah hambatan dan persoalan. Sama halnya ketika kita menginginkan kesuksesan. Jika terdapat sebuah rintangan, yakinlah bahwa Allah Swt. akan membantumu. Serahkan semuanya pada Allah Swt. dan berharaplah Allah Swt. akan menolongmu. Dengan demikian, saat orang lain hampir menyerah dengan apa yang dia lakukan, kita akan tetap semangat karena kita masih punya harapan yang kita gantungkan pada Allah Swt.. Nah, itulah lima hal yang harus kita pikirkan agar kita tetap semangat dan selalu bersikap pantang menyerah. Jangan biarkan kesuksesanmu terhambat 
oleh keputusasaan. 


 B. Nama-Nama Neraka 

Neraka adalah tempat penyiksaan yang amat pedih. Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak beriman, suka berbuat maksiat dan berbuat dosa. Manusia yang dimasa hidupnya melakukan keburukan seperti mendustakan Allah Swt. dan Rasul-Nya, akan masuk ke dalam neraka dan akan mendapat siksa yang pedih. Neraka merupakan tempat terburuk dengan segala keseramannya yang tidak akan bisa dibayangkan. Bahkan tidak terpikirkan oleh manusia seperti apa neraka itu. Terdapat tujuh pintu neraka dengan tingkatan yang berbeda-beda. 

1. Neraka Jahim 

    Neraka Jahim adalah neraka sebagai tempat penyiksaan atas orang￾orang musyrik atau orang-orang yang menyekutukan Allah Swt. Sesembahan mereka akan datang untuk menyiksa mereka. Orang yang di dunia menyembah sapi, maka sapi yang akan menyiksa orang itu. Orang yang menyembah patung berbentuk hewan, maka patung itu yang akan menyiksanya. Dan demikian selanjutnya. Syirik merupakan dosa paling besar yang tidak diampuni Allah Swt. sebelum bertobat. Syirik berarti menyekutukan Allah Swt. atau menganggap ada mahluk yang lebih hebat dan berkuasa selain Allah Swt.. 

Nama neraka Jahim tersebut di dalam al-Qur’an surah asy-Syu’araa’ ayat 91: 


وَبُرِّزَتِ ٱلْجَحِيمُ لِلْغَاوِينَ

Artinya: “Dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat,” (QS. Asy-Syu'araa' [26]:91) 

2. Neraka Saqar 
    Neraka Saqar adalah tempat untuk orang-orang munafik, yaitu orang￾orang yang mendustakan (tidak menaati) perintah Allah Swt. dan Rasulullah. Mereka mengetahui bahwa Allah Swt. sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Nabi Muhammad saw. Akan tetapi mereka meremehkan syariat (hukum) Islam. Maka dibakar dalam api adalah hukuman untuk mereka. Nama neraka ini tercantum dalam al-Qur’an Surah al-Muddatstsir ayat 26-27,42: 


سَأُصۡلِیهِ سَقَرَ ۝  وَمَاۤ أَدۡرَىٰكَ مَا سَقَرُ ۝ 

Artinya: Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar, dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?(QS. Al-Muddatstsir [74]:26-27) 

مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ

Artinya : Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?” (QS. Al-Muddatstsir [74]:42) 

3. Neraka Lazza 
    Neraka Lazza merupakan neraka yang bergejolak apinya dan mengelupaskan kulit kepala. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam al-Qur’an Surah Al-Ma'ārij ayat 15-18: 

(15) كَلَّآ ۖ إِنَّهَا لَظَىٰ
(16)نَزَّاعَةً لِّلشَّوَىٰ
(17) تَدْعُوا۟ مَنْ أَدْبَرَ وَتَوَلَّىٰ
(18) وَجَمَعَ فَأَوْعَىٰٓ

    Artinya: “Sama sekali tidak! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak, Yang mengelupaskan kulit kepala. Yang memanggil orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama). Dan orang yang mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya”. (QS. Al-Ma'ārij [70]:15-18) 

4. Neraka Huthamah 
    Neraka Huthamah disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang-orang miskin. Mereka berpaling dari agama, tidak mau bersedekah dan tidak membayar zakat. Mereka juga memasang wajah masam apabila ada orang miskin yang meminta bantuan. Maka Allah Swt. akan menyiksa mereka dengan cara menguliti dan mengelupaskan kulit muka mereka dan membakarnya. Di neraka Huthamah harta yang mereka kumpulkan akan dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksa kepada manusia. Demikian Allah akan membalas orang-orang yang serakah seperti dijelaskan Allah Swt.njdalam al-Qur’an Surah al-Humazah. 

5. Neraka Sa’ir 
    Neraka Sa’ir diisi oleh orang-orang kafir. Dan orang yang memakan harta anak yatim. Kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar atau menolak. Kafir dapat diartikan orang yang menolak adanya Allah Swt. atau tidak percaya kepada-Nya dan juga kepada Rasul-Nya. Orang kafir terdiri dari orang yang tidak beragama Islam atau orang yang tidak mau membaca syahadat, orang Islam yang tidak mau shalat, orang Islam yang tidak mau puasa, dan orang Islam yang tidak mau berzakat. Hal ini dijelaskan Allah Swt dalam al-Qur’an Surah an-Nisa’ ayat 10 dan Surah al-Mulk ayat 5,10,11. 

6. Neraka Wail 
    Neraka Wail disediakan untuk para pengusaha dan pedagang yang culas, mengurangi timbangan, mencalo barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat. Maka dagangan mereka dibakar dan dimasukkan ke dalam perut mereka sebagai azab atas dosa-dosa mereka. Surah (al￾Tatfif) dan (at-Ṭūr). Nama neraka ini tercantum dalam al-Quran Surah al￾Muthaffifin ayat 1-3. 

7. Neraka Jahanam 
    Neraka Jahanam merupakan neraka yang paling dalam dan berat siksaannya. Sebagaimana Allah Swt. firmankan dalam al-Qur’an Surah al-Hijr ayat 43-44: 

(43) وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ

(44) لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَٰبٍ لِّكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُومٌ


    Artinya: “Dan sungguh, Jahanam itu benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semuanya (43). (Jahannam) itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka (44). (QS. Al-Hijr [15]:43-44) 



SURGA DAN NERAKA

    Setip manusia akan mengalami kehidupan di dunia dan kehidupan setelah kematian. Kehidupan di dunia merupakan kehidupan sementara. Setelah itu ia akan mengalami kematian. Ia akan hidup di alam barzah atau alam kubur sampai saatnya hari kiamat tiba. Setelah hari kiamat manusia akan dibangkitkan untuk diminta pertanggungjawaban atas amal perbuatannya di dunia dan menerima balasan atas amal perbuatannya. Allah Swt. telah menjanjikan surga sebagai balasan bagi orang yang beriman dan beramal saleh dan neraka bagi orang yang ingkar dan berbuat maksiat. 

A. Nama-Nama Surga 

    Surga adalah tempat kenikmatan dan kebahagiaan yang Allah Swt. sediakan bagi hambanya yang beriman dan beramal saleh. Kebahagiaan terbesar dan kemuliaan tak terperikan bagi orang-orang mukmin adalah kebahagiaan dan kemuliaan saat rombongan mereka masuk ke dalam surga. Begitu surga yang dijanjikan berada di depan mata, dibukalah pintu-pintunya dan rombongan mereka disambut hangat para malaikat, sebagaimana yang digambarkan dalam ayat al-Qur’an Surah az-Zumar ayat 73: 


وَسِيْقَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ اِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۗحَتّٰىٓ اِذَا جَاۤءُوْهَا وَفُتِحَتْ اَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوْهَا خٰلِدِيْنَ

    Artinya: “Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya diantar ke dalam surga secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (surga) dan pintu-pintunya telah dibukakan, penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.” (QS. Az-Zumar [39]:73) 

    Surga mempunyai banyak nama. Tiap-tiap surga diperuntukkan kepada calon penghuninya sesuai dengan amal kebaikan dan ibadahnya. 

1. Surga Firdaus   

Surga Firdaus adalah surga yang diperuntukkan bagi orang yang khusyuk dalam shalatnya, menjauhkan diri dari perbuataan sia-sia, aktif menunaikan zakat, menjaga kemaluannya, memelihara amanah, menepati janji, dan memelihara shalatnya. Sebagaimana tersebut dalam al-Qur’an surah al-Kahfi ayat 107 dan surah al-Mukminun, ayat 9-11. 

2. Surga ‘Adn 
Surga ‘Adn adalah surga yang diperuntukkan bagi orang yang bertakwa kepada Allah Swt. (QS. an-Nahl [16]:30-31), benar-benar beriman dan beramal saleh (QS. Thaha[20]: 75-76), banyak berbuat baik (QS. Fathir [35]: 32-33), sabar, menginfakkan hartanya dan membalas kejahatan dengan kebaikan (QS. ar-Ra’ad [13]:22-23).

 3. Surga Na’im 

Surga Na’im adalah surga yang diperuntukkan bagi orang-orang yang benar￾benar bertakwa kepada Allah Swt. dan beramal saleh (QS. Luqman[31] : 8) dan (QS. al-Hajj [22] : 56).   

4. Surga Ma’wa 

Surga Ma’wa adalah surga yang diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah Swt. (QS. an-Najm [53]: 15), beramal saleh (QS. As￾Sajdah [32]: 19), serta takut kepada kebesaran Allah dan menahan hawa nafsu (QS. An- Naziat [79]: 40-41).    
5. Surga Darussalam 
Surga Darussalam adalah surga yang diperuntukkan bagi orang yang kuat iman dan Islamnya, memperhatikan ayat-ayat Allah Swt, serta beramal saleh. Sebagaimana firman Allah Swt. “Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal￾amal saleh yang selalu mereka kerjakan” (QS. al-An’am [6]:127). 
6. Surga Darul Muqamah 
Surga Darul Muqamah adalah surga yang diperuntukkan bagi orang yang bersyukur kepada Allah. Kata Darul Muqamah berarti suatu tempat tinggal yang di dalamnya orang-orang tidak pernah merasa lelah dan tidak merasa lesu. Tempat ini diperuntukkan kepada orang-orang yang bersyukur sebagaimana yang disebutkan di dalam al-Qur’an Surah Fatir ayat 35. 
7. Surga al-Maqamul Amin
Surga Al-Maqamul Amin merupakan surga yang diperuntukkan bagi orang￾orang yang bertakwa. “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman”. (QS. Ad-Dukhān[44]: 51). 
8. Surga Khuldi
Surga Khuldi (jannatul khuldi) adalah surga yang diperuntukkan bagi orang yang taat menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi larangannya (orang￾orang yang bertakwa). Katakanlah (Muhammad), “Apakah (azab) seperti itu yang baik, atau surga yang kekal yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa sebagai balasan, dan tempat kembali bagi mereka?” (QS. Al￾Furqan[25]:15). 







Minggu, 26 Juni 2022

 B. Al-Kabiir (Yang Maha Besar) 

    Al-Kabiir artinya Allah Maha Besar. Al-Kabiir adalah salah satu dari asmaul husna yang berarti Allah Maha Besar. Kebesaran Allah dibuktikan dengan beragam ciptaan-Nya yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya. Contoh Allah Swt. bersifat Al-Kabiir adalah diciptakannya matahari yang sangat panas dengan sinar yang menerangi semesta alam dan sangat bermanfaat bagi kelangsungan hidup seluruh makhluk. Begitu juga terhamparnya laut yang luas dan gunung-gunung yang tinggi menghiasi bumi ini semakin membuktikan bahwa Allah Maha Besar.

    Bagaimana dengan kemampuan manusia sekarang ini yang dapat menciptakan pesawat, robot, computer, scan, android? Apakah bisa dianggap maha besar? Tentunya tidak. Pengetahuan dan kemampuan manusia menciptakan barang-barang tersebut hanya sebagian kecil dari pengetahuan yang Allah Swt. berikan kepada manusia. Barang-barang buatan manusia mudah rusak dan kadaluarsa. Karena itu manusia tidak boleh merasa lebih besar dari yang lainnya. Karana hanya Allah Swt. Yang Maha Besar. 

    Apabila kita mau berpikir tentunya banyak bukti yang menunjukkan bahwa Allah itu Maha Besar. Misalnya, penciptaan alam semesta beserta seluruh isinya. Allah menciptakan matahari dan bulan, keduanya berfungsi untuk menyinari bumi, berjalan pada orbitnya, dan tidak pernah berbenturan. Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi diciptakan sebagai hamparan dan langit diciptakan di atas bumi tanpa memiliki tiang penyangga. 

    Masihkah kita ragu, bahwa Allah al-Kabiir? Tidak, kita meyakini bahwa Allah al-Kabiir. Dengan keyakinan ini kita akan mencontoh dan meneladani nilai-nilai al-Kabiir dalam hidup kita.

    Seorang hamba yang meneladani nama al-Kabiir, dia akan selalu menghadirkan kebesaran dan keagungan Allah dalam kehidupannya. Ia akan selalu berusaha untuk menghilangkan sikap sombong atau takabur. Ketika ia menyebut nama Allah al-Kabiir atau Allahu Akbar, maka semua hal selain Allah Swt., adalah kecil. Ia tidak akan silau atau tertipu oleh kedudukan, derajat, pangkat, bahkan semua hal yang ada di jagat raya. Karena apa yang ada di dunia ini tidak bisa disejajarkan sedikit pun dengan apa yang ada di sisi Allah Yang Maha Besar. 

ASMAUL HUSNA

A.  Al-‘Adhiim (Yang Maha Agung) 

    Al-‘Adhiim artinya Allah Maha Agung. Contoh Allah Swt. bersifat al-‘Adhiim adalah dengan diciptakannya alat pencernaan pada manusia. Makanan yang kita makan dari berbagai macam jenis baik keras ataupun lunak dapat diolah oleh pencernaan kita lalu diubah menjadi darah dan mengalir ke seluruh tubuh. Bukankah itu termasuk salah satu bukti keagungan Allah Swt.?

    Tahukah kamu berapa luas alam semesta? Kamu hanya mengetahui bahwa alam semesta sangat luas. Akan tetapi kamu tidak dapat mengukurnya dengan pasti berapa luas alam semesta ini. Hal itu disebabkan keterbatasan pancaindra yang kita miliki sehingga tidak mampu melihat letak ujung-ujung alam semesta. Luas alam semesta tidak ada batasnya.

    Allah Swt. Dzat Yang Maha Agung telah menciptakan alam semesta ini. Dengan Keagungan-Nya Dia menciptakan bumi, langit, sesuatu yang ada diantara keduanya, dan mengatur segala yang ada di dalamnya. 

    Keagungan Allah Swt. tidak dapat dibandingkan dengan makhluk ciptaanNya. Sehebat apapun manusia atau makhluk apapun mampu menciptakan dan menaklukkan isi dunia ini, namun ia akan sampai pada satu batas kelemahannya. Sedangkan keagungan Allah Swt. tidak ada batasannya. 

    Seorang mukmin wajib meyakini bahwa Allah Swt. al-‘Adhiim. Tidak ada satupun dzat atau makhluk yang memiliki keagungan tertinggi selain Allah Swt. Salah satu perbuatan meyakini bahwa Allah al-‘Adhiim terdapat di dalam amalan shalat. Di saat kita ruku’ kita membaca kalimat “subḥāna rabbiyal ‘aẓīmi”, artinya: “Mahasuci Tuhanku Yang Maha Agung”. Dengan mengucapkan kalimat ini menunjukkan pengakuan seorang hamba akan keagungan Tuhannya. 



Al-Kabiir (Yang Maha Besar)

 

 

  C. Taat kepada Orang tua 

    Orang tua berjasa sangat besar terhadap hidup anak-anaknya. Andaikan harta yang dimiliki seorang anak digunakan untuk membalas jasa orangtuanya, belum tentu bisa sebanding dengan jasa dan pengorbanan orang tuanya. Orang tua melahirkan anaknya ke dunia, merawat, mengasuh, membesarkan dan mendidiknya. Begitu besar jasa orang tua kepada anak-anaknya. Karena itu sudah sepatutnya anak berterima kasih kepada orang tuanya dengan cara berbuat baik, menghormati dan menaatinya. Allah Swt. berfirman:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ 

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak…” (QS. Al-Isra[17]:23) 

    Allah Swt. memerintahkan kepada manusia untuk selalu patuh dan taat kepada kedua orang tuanya. Mengapa kita harus patuh dan taat kepada orangtua? Ibu kita telah bersusah payah mengandung kita selama lebih kurang sembilan bulan. Ketika melahirkan, ia merasakan sakit luar biasa. Pada saat kita masih bayi ia tidak dapat tidur dengan nyenyak karena ia kadang terbangun ketika kita menangis di waktu malam. Ayah bekerja mencari rezeki untuk kita siang dan malam. Mereka berdua bekerja keras demi kebahagiaan anak-anaknya. Sebagai balas budi kita terhadap mereka maka kita harus patuh dan taat kepada mereka berdua. Orangtua adalah manusia yang sangat berjasa kepada kita. Beliau berdua rela melakukan apapun demi kebahagiaan anak-anaknya. Berikut ini beberapa alasan mengapa kita harus patuh dan hormat kepada orangtua kita:

  1. Orang tua yang melahirkan kita 
  2. Beliau berdua mengasuh anaknya sejak bayi hingga dewasa 
  3. Doa orangtua kita selalu tercurahkan untuk keberhasilan dan kesuksesan kita 
  4. Orang tua bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarganya 
  5. Perintah Allah Swt. dan Rasulullah Saw. untuk selalu berbakti kepada orangtua.

 


Beberapa cara menghormati orangtua antara lain: 

  1. Menuruti perintahnya selama tidak bertentangan dengan agama
  2. Berbicara yang sopan kepada beliau berdua 
  3. Selalu menampakkan wajah ceria (tersenyum) di hadapan beliau
  4. Rajin berdoa untuk keselamatan orangtua baik di dunia maupun di akhirat
  5. Tidak melakukan perbuatan yang dilarang oleh orangtua 
  6. Merawat beliau ketika sakit. 

D. Hormat dan Patuh kepada Guru 

    Selain orang tua, manusia yang sangat berjasa dalam perjalanan hidup kita adalah guru. Kehadiran guru membuat kita menjadi anak yang pintar dan menjadi tahu tentang ilmu. Karena itu kita patut hormat dan patuh kepada guru-guru kita. 

Beberapa ciri dari sikap patuh dan taat kepada guru adalah sebagai berikut: 

1. Sopan santun 
    Hormat terhadap guru harus diwujudkan dengan sikap yang baik terhadapnya. Misalnya, dengan berperilaku sopan santun. Guru adalah orang  yang telah mendidik sekaligus mengajari kita dengan berbagai ilmu yang sangat berguna bagi kehidupan dan masa depan kita semua. Hormatilah guru sebagaimana menghormati kedua orangtua kita. Berdirilah menyambutnya jika guru datang. Tidak boleh mendahului dan memutus pembicaraannya. Memberi salam dan menjabat tangannya setiap hari di sekolah dan menghadapinya dengan wajah tersenyum.

2. Menghargai   

    Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Berkat jasa dan pengorbanannya kita bisa membaca, menghitung, dan mengenal dunia sekeliling kita. Oleh karena itu kita wajib menghargai guru. Salah satu cara menghargai guru adalah dengan mendengarkan semua perkataannya, mengerjakan semua tugasnya dan tidak melupakannya walaupun kita telah keluar dari sekolah atau guru sudah tidak mengajari kita.  

3. Taat

    Anak yang beradab adalah anak yang memiliki ketaatan yang tinggi terhadap gurunya. Ketaatan ini dapat diwujudkan dengan mematuhi segala nasehat yang diberikan dan menjahui segala yang dilarangnya. Ketaatan tersebut dilakukan dengan ikhlas bukan karena takut hukuman.

    Sikap hormat dan patuh tersebut dapat diwujudkan dalam perbuatan sehari-hari. Berikut adalah contoh perbuatan yang mencerminkan hormat dan patuh pada guru: 

 1. Memperhatikan pengajaran yang diberikan oleh guru 

 2. Mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh guru 

 3. Melaksanakan segala nasihat guru 

 4. Mengucapkan salam ketika berjumpa dengan guru 

 5. Mencium tangan guru ketika bersalaman 

 6. Tidak melupakan kebaikan guru 

 7. Berdiri menyambut guru 

 8. Bertanya sesuatu yang belum dipahami dengan sopan 

 9. Tidak mendahului dan memutuskan pembicaraan. 

Adapun manfaat lain dari hormat kepada guru adalah: 

1. Disenangi oleh banyak orang 

2. Memperoleh ilmu yang barakah 

3. Menjadi anak yang saleh 

4. Mendapatkan pahala dari Allah Swt. 

 B. Taat kepada Rasul 

 1. Arti Taat kepada Rasul

    Taat kepada rasul berarti mengikuti semua ajaran yang dibawanya. Dalam hal ini adalah ajaran agama Islam. Semua rasul yang diutus Allah Swt. membawa risalah agama Islam. Setelah meyakini ajarannya, kita wajib mengikuti dan mengamalkannya. Tidak akan ada gunanya jika kita hanya meyakini, tetapi enggan untuk mengamalkanya. Misalnya, tidak mengerjakan shalat, enggan berzakat, serta tidak mau bersedekah. Sesungguhnya semua yang diajarkan para rasul merupakan perintah dari Allah Swt. Kalau tidak menaati apa yang diperintahkan rasul, berarti kita tidak menaati Allah Swt..


  2. Cara Menaati Rasul 
    Ada banyak cara yang dapat kita lakukan dalam menaati ajaran para rasul, terutama Rasulullah saw.. Cara- cara menaati rasul, antara lain: 
  1. Mengetahui riwayat kehidupan para rasul, terutama Rasulullah Saw. dan ajaran yang dibawanya
  2. Membenarkan berita yang disampaikan para rasul
  3. Mengamalkan syariat yang dibawanya, dalam hal ini syariat Nabi Muhammad Saw. sebagai nabi dan rasul terakhir;
  4. Mencintai dan membela para rasul, terutama Rasulullah Saw.
  5. Meneladani kehidupan para rasul
  6. Menghidupkan Sunnah Rasulullah Saw.

    Selain itu, ada yang lebih khusus lagi perintah kepada kita agar memperbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Tujuannya adalah agar kelak kita mendapatkan syafaat beliau di akhirat.


Taat Kepada Orang tua

Ulangan Akhir Semester

Password 12345   Memuat…